Hepaticosida(Lumut Hati)

  •  Ciri Atau Karakteristik Umu dari Hepaticopsida (Lumut Hati)

Marchantiophyta (Hepaticophyta) atau lumut hati banyak ditemukan menempel di bebatuan, tanah, atau dinding tua yang lembab. Bentuk tubuhnya berupa lembaran mirip bentuk hati dan banyak lekukan. Terdapat rizoid berfungsi untuk menempel dan menyerap zat-zat makanan. Tubuhnya memiliki struktur yang menyerupai akar, batang, dan daun. Hal ini menyebabkan banyak yang menganggap kelompok lumut hati merupakan kelompok peralihan dari tumbuhan Thallophyta menuju Cormophyta. Lumut hati beranggota lebih dari 6000 spesies.

Tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti lobus pada hati. Siklus hidup lumut ini mirip dengan lumut daun. Didalam spongaria terdapat sel yang berbentuk gulungan disebut alatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka , sehingga membantu memencarkan spora. Lumut ini juga dapat melakukan reproduksi dengan cara aseksual dengan sel yang disebut gemma, yang merupakan struktur seperti mangkok dipermukaan gametofit. Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha dan porella.

Kebanyakan lumut hati hidup di tempat-tempat yang basah, oleh sebab itu tubuhnya mempunyai struktur yang higromorf. Bentuk lain jarang ditemukan, meskipun ada pula yang terdapat pada tempat-tempat yang amat kering, misalnya pada kulit-kulit pohon, di atas tanah atau batu cadas, sehingga tubuhnya perlu mempunyai stuktur yang xeromorf. Dalam tubuh terdapat alat penyimpan air, atau dapat menjadi kering tanpa mengakibatkan kematiannya. Yang bersifat epifit ada yang dapat hidup pada daun pohon-pohon dalam rimba daerah tropika, dan karena hidupnya di atas daun itu lumut tadi merupakan suatu bentuk ekologi yang khusus yang dinamakan epifit.

Sebagian besar lumut hati mempunyai sel-sel yang mengandung minyak. Minyak itu terdapat dalam bentuk yang spesifik, kebanyakan berupa kumpulan tetes-tetes minyak atsiri. Dalam Berdasarkan bentuk talusnya, lumut hati di bagi menjadi dua kelompok yaitu: lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun. Pada kedua kelompok tumbuhan tersebut tubuhnya berbentuk dorsiventral, yakni tubuh bagian atas bagian atas di sebut dorsal dan bagian bawah di sebut ventral.bentuk demikian minyak tadi tidak dapat ditemukan pada tumbuhan lain.

Ciri umum dari lumut hati :

  1. tubuhnya masih berupa talus dan mempunyai rhizoid.
  2. gametofitnya membentuk anteredium dan arkegonium yang berbentuk seperti payung.
  3. sporofit perumbuhannnya terbatas karena tidak mempunyai jaringan meristematik.
  4. berkembang biak secara generatif dengan oogami, dan secara vegetatif dengan    fragmentasi, tunas, dan kuncup eram.
  5. habitatnya ditempat lembab
  • Siklus Perkembangbiakan Hepaticopsida (Lumut Hati)

Lumut hati, seperti kebanyakan tumbuhan, menampilkan pergantian generasi atau pergiliran keturunan antara organisme haploid dan organisme diploid. Garis besar umum dari tipe siklus hidup ini dapat dilihat di bawah ini.

Dalam pergantian generasi, satu spesies menampilkan beberapa bentuk. Ada sporofit, yang mampu memproduksi spora haploid. Spora ini tidak dapat bergabung bersama seperti gamet, dan sebaliknya mereka tumbuh menjadi organisme baru, gametofit. Gametofit masih haploid, tetapi tumbuh menjadi organisme multisel. Gametofit dapat menghasilkan gamet, yang mirip dengan spora kecuali mereka tidak tumbuh menjadi organisme baru secara langsung. Sebagai gantinya, gamet menjalani fusi atau pembuahan, dan membentuk sel baru, yaitu zigot.

Zigot, merupakan organisme diploid, yang tumbuh menjadi multiseluler. Ini mengembangkan organ-organ khusus yang mampu melakukan meiosis, pembelahan sel yang mengurangi jumlah DNA. Melalui proses ini, spora yang dihasilkan adalah haploid, lagi. Ini berarti bahwa mereka hanya membawa 1 salinan DNA. Mereka dilepas ke lingkungan, dan prosesnya bisa dimulai lagi. Sporofit dan gametofit biasanya terlihat dan terbentuk berbeda, meskipun ini tidak selalu terjadi. Dalam kasus lumut hati, versi sporofit dan gametofit sangat berbeda.

Gambar menunjukkan perkembangan rizoid pertama pada spora, yang akan menjadi sistem akar rudimenter untuk gametofit dewasa.

Dalam lumut hati, gametofit adalah siklus hidup yang dominan. Ini berarti lumut hati biasanya organisme haploid. Pada gambar di atas, Anda akan melihat dua gametofit. Lumut hati juga termasuk tumbuhan berumah dua, yang berarti mereka memiliki gametofit haploid dengan jenis kelamin terpisah. Tanaman jantan menghasilkan kepala anteridium, yang mampu memproduksi sperma. Kepala arkegonium betina menghasilkan telur. Sperma tersebar dari gametofit jantan, dan dibawa oleh angin atau air ke telur yang ditemukan di tanaman lain.

Ketika sperma membuahi sel telur, embrio terbentuk. Ini adalah sporofit, dan pada lumut hati itu tidak akan menjadi sangat besar. Sporofit lumut hati berkembang menjadi seta mikroskopis. Seta, atau sporofit matang, sepenuhnya tergantung pada gametofit untuk makanan dan kelangsungan hidup, dan hidup di dalam arkegonium sepanjang hidupnya. Seta berfungsi untuk melakukan meiosis, dan menciptakan spora haploid. Spora akan dilepaskan ke lingkungan, dan akan tumbuh menjadi gametofit dewasa.

Di sebagian besar tanaman terestrial lainnya prosesnya merupakan kebalikan dari lumut hati. Biasanya, kelas sporofit adalah spesies yang jauh lebih terwakili. Pada pakis dan semua tumbuhan vaskular timngkat tinggi, sporofit adalah yang kita lihat, sementara gametofit telah sangat berkurang. Sekuntum bunga, misalnya, merumahkan seluruh gametofit di sebagian besar tanaman berbunga. Satu butir serbuk sari sebenarnya adalah gametofit jantan, dan menghasilkan sperma. Benih yang terbentuk adalah zigot, dan akan menghasilkan sporofit. Spora diproduksi, tetapi bukannya dilepaskan untuk membentuk gametofit besar, mereka dipertahankan di dalam tanaman untuk membentuk gametofit kecil. Individu gametofit ini kemudian menghasilkan gamet, dan proses berulang. Lumut hati melakukan kebalikan dari proses ini.

Namun, ini bukan satu-satunya cara lumut hati dapat berkembang biak. Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa gametofit keduanya memiliki mangkok kecil, yang disebut gemma. Mangkok-mangkok ini berisi kelompok kecil sel yang dikenal sebagai gemmae. Ketika air hujan atau air masuk ke dalam mangkok, gemmae terdispersi dari tanaman, dan mampu tumbuh menjadi gametofit penuh dalam kondisi yang tepat

  • Klasifikasi Hepaticopsida (Lumut Hati)
  1. Ordo Marchantiales

Ciri –ciri sebagai berikut :

  • Gametofit berupa talus sederhana
  • Struktur anatomi talus memperlihatkan difrensiasi jaringan, ada ruang uadara dan poros
  • Gametangium letaknya tenggelam didalam talus, arkegonium mempunyai 6 sel saluran leher
  • Sporofit terdiri dari kapsul saja atau terdiri dari kaki, seta dan kapsul

Ordo Marchantiales terdiri 6 famili yaitu

  1. Famili Ricciaceae contohnya Riccia fluitan
  2. Famili Corsiania contohnya Corsinia
  3. Famili Targoniaceae contohnya Targonia
  4. Famili Marchantiaceae contohnya Marchantia
  5. Famili Monocleaceae contohnya Monoclea
  6. Famili Monocarpaceae contohnya Monocarpa
  • Ordo Spaerocarpales

Ciri-ciri sebagai berikut :

  • Gametofit berupa talus sederhana
  • Struktur anatomi talus tidak memperlihatkan difrensiasi jaringan, tidak ada ruang udara dan poros
  • Gametangium diselubungi involukrum, arkegonium mempunyai 6 sel saluran leher
  • Sporofit terdiri dari kaki, seta dan kapsul
  • Ordo Jungermanniales

Ciri-ciri sebagai berikut:

  • Gametofit berupa talus sederhana
  • Arkegonium diselubungi involukrum dan mempunyai 5 sel saluran leher
  • Sporofit terdiri dari kapsul saja atau terdiri dari kaki, seta dan kapsul
  • Ordo Calobryales

Ciri –ciri sebagai berikut :

  • Gametangium tidak mempunyai batang dengan daun-daun yang tersusun dalam 3 baris
  • Gametangium terbenuk diujung batan, arkegonium mempunyai 4 sel saluran leher
  • Sporofit terdiri dari kapsul saja
  • Contohnya Calobryum, Haplomitrium

Berdasarkan bentuk talusnya, lumut hati di bagi menjadi  dua kelompok yaitu: lumut hati bertalus dan lumut hati berdaun. Pada kedua kelompok tumbuhan tersebut tubuhnya berbentuk dorsiventral, yakni tubuh bagian atas bagian atas di sebut dorsal dan bagian bawah di sebut ventral. Organ seksual tumbuh terjadi di permukaan bagian dorsal. Tubuh tumuhan ini menutupi tanah, berpaut pada tanah dengan rizoid yang berbentuk benang. Rizoid itu semacam rambut akar, pada tumbuhan tinggi tetapi berlawanan denganya, biasanya tumbuh pada generasi gametofit.

Tubuh tumbuhan kelompok pertama (lumut hati bertalus) menujukan cirri-ciri tertentu yang berkembang secara perlahan dari tumbuhan darat tanpa pembuluh yang tidak di miliki oleh tumbuhan yang tidak dimiliki oleh nenek moyangnya yang hidup di air. Di antaranya adalah rizoid dan bagian lain yang beradaptasi terhadap dara tan, sepertihalnya adanya jaringan kutikula yang menutup lapisan epidermis, dan spora berdinding tebal yang di sesuaikan  dengan penyebaran melalui udara.

  1. Lumut Hati Berdaun

Kelompok tumbuhan yang terbesar ini diantara lumut hati kadang-kadang disebut juga lumut sisik. Umumnya tumbuh subur pada balok-balok kayu, tanah lembab atau t7umbuh sebagai epifit pada batang atau cabang pohon. Contoh dari kelompok ini adalah Porella.  Tubuh tumbuhan ini khas dorsiventral, dan tersusun dari suatu sumbu dengan bentuk-bentuk seperti pada daun. Tidak ada atau sedikit saja diferensiasi internal dalam jaringannya. Struktur yang seperti daun itu tumbuh lateral pada kedua sisi sumbu. Dunia lateral kadang-kadang terbagi menjadi dua bagian.

Daun tingkat ketiga muncul dari permukaan ventral. Terkadang-kadang lumut hati berdaun dikeluarkan dengan lumut sejati, tetapi dapat diperbedakan jika diperhatikan struktu vegetativnya secara berhati-hati. Lumut sejati bentuknya simetri radial, artinya daun-daunnya melekat sekeliling batang, berlawanan dengan lumut hati yang telah dujelaskan di atas. Selain itu, lumut sejati mempunyai tulang tengah yang tidak terdapat pada lumut hati.

Organ seksual macam lumut ini tumbuh pada generasi gametifit. Anterida tumbuh pada ketiak daun dan arkegonia tumbuh di ujung, pada apeks pucuk utama atau cabang-cabangnya. Sporofit dilengkapi dengan kaki, tangkai, dan kapsul, yang membuka dengan empat katup.

  • Lumut hati bertalus

Kelompok tumbuhan ini menarik karena bentuknya bercabang-cabang. Setiap kali kali talu membagi diri, pembagianya mengarpu menjadi dua cabang yang sama atau lebih. Pertumbuhanya terjadi melalui aktifitas dari satu atau lebih sel ujung yang ada pada lekukan-lekukan talus. Talus bercabang ini bentknya serupa dengan hati mamalia, oleh karena itu dinamakan lumut hati atau hepaticeae. Contoh dalam kelompok ini antara lain adalah Ricciciocarpus natans biasanya tumbuh terapung di air atau pada tanah yang lembab. Berbaga spesies Riccia, yang lebih banyak cabangnya, dan biasanya membentuk raset bila tumbuh pada tanah lembab. Recciciocarpus dan Riccia yang bekerabat dekat merupakan lumut hati yang sederhana. Sifat sederhana ini agaknya kerena reduksi pada bentuk nenek moyangnya yang jauh lebih komplek dan bukan merupakan sifat primitive yang menurun.

Setelah spora Ricciciocarpus berkecambah, terjadi perkembangan talus berbentuk hati yang lebarnya lebih kurang 1 cm. masa besar talusnya mengapung pada permukaan air kolam dan sungai kecil yang mengalir lambat. Pada bagian ventral terdapat beberapa rizoid dan banyak sekali sisik yang berwarna kecoklat-coklatan. Keduanya berfungsi untuk absorbsi air bila tumbuh di atas tanah, rizoid bertambah banyak dan jumlah sisik-sisik di permukaan dorsal talus itu terdapat pori yang terbuka dan merupakan ruang udara yang internal.

Reproduksi tumbuhan ini di lakukan melalui fragmentasi talus dan melalui spora yang di bentuk pada proses seksual. Organ seksual pada Ricciciocarpus terdapat pada dasar alur-alur di bagian dorsal talusnya. Arkogenium yang merupakn organ betina, berbentuk botol atau labu. Dan berisi sel telur di dasarnya. Di atas sel telur terdapat semacam sumbat yang di namakan sel kanal ventral. Leher labu arkegonium berisi sederetan sel yang di namakan sel kanal leher. Anteridium bentuknya oval dengan dinding satu lapis sel. Dinding yang berbentuk pagar ini melingkupi masa sel yang amat kecil yang berkembang menjadi sperma atau sel jantan atau di sebut juga anterozoid.

Fotosintesis

Fotosintesis merupakan salah satu istilah dalam biologi. Apa itu fotosintesis ? Fotosintesis merupakan gabungan dari kata photo yang artinya cahaya dan synthesis artinya proses pengolahan dengan menggunakan bahan tertentu. Jadi, pengertian fotosintesis adalah proses pembuatan energi yang diperlukan tumbuhan yang dibantu oleh cahaya matahari serta bahan-bahan pendukung seperti CO2, air dan unsur hara yang berguna untuk kelangsungan hidup suatu tumbuhan. Perlu diketahui bahwa proses fotosintesis ini hanya dapat dilakukan oleh tumbuhan yang memiliki klorofil, tanpa adanya klorofil suatu tumbuhan tidak akan dapat membuat makanannya sendiri.

Fungsi Fotosintesis

Adapun fungsi tujuan dari tumbuhan yang melakukan fotosintesis diantaranya adalah :

  1. Memproduksi Glukosa

Fungsi dari fotosintesis yang pertama adalah untuk membuat zat makanan dalam bentuk glukosa, dimana glukosa ini nantinya akan dijadikan sebagai bahan bakar dasar untuk diolah lagi menjadi zat makanan yang lain seperti protein dan juga lemak yang ada didalam tumbuhan. Zat-zat olahan tersebut nantinya juga akan memberikan manfaat bagi manusia ataupun hewan untuk dikonsumsi.

  • Menghasilkan O2 dan Mengurangi CO2

Proses fotosintesis yang membutuhkan karbon dioksida ini ternyata dapat membantu mengurangi kadar karbon dioksida yang ada di lingkungan sekitar kita. Dan seperti yang telah kita ketahui bahwa hasil dari proses fotosintesis salah satunya adalah oksigen. Oksigen merupakan kebutuhan utama manusia, tanpa adanya oksigen atau udara yang bersih, maka manusia tidak akan bertahan hidup.

3. Menghasilkan Batubara

Fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan selama dia masih hidup ini ternyata dapat membuat sisa-sisa tumbuhan yang tertimbun di tanah selama bertahun-tahun ini menjadi batubara. Hal ini merupakan sangat pentin dalam kehidupan saat ini, mengingat batubara memiliki fungsi dan manfaat yang beragam. Maka dari itu sebaiknya kita berusaha untuk melestarikan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar kita.

Proses Fotosintesis

Sebelum kita membahas bagaimana proses fotosintesis, alangkah baiknya kalau kita mengetahui apa saja bahan utama dalam proses fotosintesis. Adapun bahan utama yang digunakan dalam proses fotosintesis diantaranya adalah :

  • karbon dioksida (CO2)
  • air
  • klorofil
  • cahaya matahari

Proses fotosintesis berawal dari karbon dioksida yang diambil oleh mulut daun pada malam hari (umumnya), lalu dilanjutkan dengan mengambilan air dalam tanah dengan menggunakan akar yang kemudian akan dibawa oleh sistem transportasi pada tumbuhanberupa jaringan xilem dan floem. Jika cahaya matahari sudah ada, maka klorofil tumbuhan akan menyerapnya sebagai energi utama dalam pembuatan glukosa.

Dan seperti yang telah disinggung di pembahasan awal bahwa nantinya glukosa ini nantinya akan diolah lebih lanjut menjadi protein, lemak dan zat lainnya. Perlu diketahui bahwa proses fotosintesis ini berlangsung sangat kompleks. Untuk lebih jelasnya mengenai proses fotosintesis pada tumbuhan, perhatikan bagan diatas.

Macam Reaksi Fotosintesis

Secara umum, kebanyakan proses fotosintesis yang berlangsung dalam kloroplas membutuhkan cahaya matahari untuk membuat glukosa. Akan tetapi ada satu lagi proses fotosintesis yang tidak menggunakan cahaya.

Sehingga reaksi fotosintesis sendiri terbagai atas reaksi terang dan reaksi gelap. Untuk lebih jelasnya tentang reaksi terang dan reaksi gelap perhatikan bagan disamping. Bagan disamping adalah proses reaksi terang yang dilanjutkan ke reaksi gelap.

1. Reaksi Terang

Reaksi terang adalah reaksi fotosintesis yang membutuhkan bantuan dari cahaya matahari, bisanya reaksi ini berlangsung di ruang terbuka yang terkena cahaya matahari secara langsung. Reaksi terang berlangsung dalam membran tilakoid yang terdapat pada ruang kloroplas. Dalam reaksi ini, klorofil akan bertugas sebagai penyerap cahaya matahari yang dimanfaatkan untuk mengubah molekul air menjadi oksigen dan hidrogen dalam bentuk ATP. Reaksi terang ini dapat disebut sebagai fotolis. Pada reaksi ini, cahaya matahari.

2. Reaksi Gelap

Jika pada reaksi terang sangat bergantung pada intensitas cahaya, maka pada reaksi gelap merupakan kebalikannya. Pada reaksi gelap ini tidak bergantung pada cahaya matahari, akan tetapi reaksi gelap ini tidak akan terjadi apabila tumbuhan tersebut tidak menjalankan reaksit terang terlebih dahulu. Jika pada reaksi terang berlangsung dalam membran tilakoid, maka pada reaksi gelap berlangsung di bagian stroma kloroplas. Proses yang terjadi pada reaksi gelap sangatlah kompleks sama seperti reaksi terang dan adapaun tujuan utama dari reaksi gelap ini adalah untuk mengolah karbon dioksida untuk dijadikan glukosa.

Faktor Pengaruh Proses Fotosintesis

Berhasil atau tidaknya proses fotosintesis sangat bergantung pada unsur-unsur yang menjadi bahan dasar dalam proses tersebut, selain itu juga ada beberapa kondisi yang dapat mempengaruhinya. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis diantaranya adalah :

1. Faktor Internal

Faktor internal yang dimaksudkan disini adalah faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri. Dimana, terdapat berbagai macam jenis tumbuh-tumbuhan yang hidup di berbagai macam keadaan, dari situlah reaksi dari fotosintesisnya akan berbeda-beda pula. Selain itu, faktor keturunan juga akan mempengaruhi proses fotosintesis dari tumbuhan tersebut. Contohnya disini adalah jenis tumbuhan albino yang tidak dapat memproduksi klorofil, sehingga tidak dapat melakukan proses fotosintesis. Ada pula hal-hal lain yang juga mempengaruhi seperti:

  • usia daun
  • kelengkapan organ tumbuhan
  • jumlah daun
  • translokasi karbohidrat

2. Faktor Eksternal

Selain faktor internal, terdapat pula faktor eksternal yang mempengaruhi proses fotosintesis, diantaranya adalah:

  • Ketersediaan Air – Air yang merupakan salah satu bahan utama dari fotosintesis ini harus tersedia dalam tanah yang ditanami tumbuhan tersebut. Semakin banyak kandungan air dalam tanah, maka semakin baik pula hasil dari fotosintesis tersebut, begitu pula sebaliknya.
  • Suhu – Fotosintesis merupakan reaksi yang sangat bergantung pada kinerja enzim, dimana enzim akan bekerja optimal pada suhu 23-30 derajat celcius. Apabila suhu disekitar sampai minus dari 5 derajat Celcius atau bahkan lebih dari 50 derajat Celcius, maka fotosintesis tidak akan menghasilkan hasil yang maksimal.
  • Kandungan CO2 – Untuk dapat melakukan fotosintesis, tumbuhan harus menyerap CO2 paling sedikit 0,03 persen dari jumlah yang ada. Akan tetapi, semakin banyak CO2 yang diserap maka semakin baik pula reaksi yang ditunjukkan dan juga hasil yang diperoleh.
  • Kandungan O2 – Selain memerlukan CO2, proses fotosintesis juga memerlukan O2 untuk digunakan sebagai energi oleh tumbuhan tersebut. Apabila kandungan O2 di sekitar tempat fotosintesis rendah, maka hasilnya tidak akan maksimal, hal ini dikarenakan O2 yang sedikit dapat menghambat sistem respirasi pada tumbuhan. 

SEL

Sel Adalah Kesatuan Struktural Dan Fungsional Makhluk Hidup, Yang Mengandung Pengertian Sebagai Penyusun Makhluk Hidup Dan Melaksanakan Semua Fungsi Kehidupan, Berdasarkan Jumlah Sel Penyusun Pada Makhluk Hidup Dapat Digolongkan Menjadi Makhluk Hidup Uniseluler Dan Multiseluler.         

Makhluk Hidup Uniseluler Adalah Makhluk Hidup Yang Hanya Memilki Sebuah Sel Tunggal, Sedangkan Multiseluler Adalah Makhluk Hidup Atau Organisme Yang Memiliki Lebih Dari Satu Sel.

Sel Memiliki Dinding Luar Yang Tipis, Yang Dapat Tembus Oleh Zat Zat Kimia. Didalam Dinding Sel Terdapat Cairan Yang Mirip Selai Yang Disebut Dengan Sitoplasma, Yang Memuat Struktur-Struktur Kecil Organ Yang Kecil, Disebut Juga Dengan Organel, Untuk Menjalankan Fungsi-Fungsi Khusus. Struktur Pusatnya Adalah Nukleus, Yang Memuat Gen Yang Menentukan Bentuk Dan Fungsi Sel.

  • Bagian-Bagian Sel

Secara Garis Besar, Sel Dibagi Menjadi Tiga Bagian Utama Yaitu :

1. Membran Sel (Hewan) Atau Dinding Sel (Tumbuhan)

Membran Sel Merupakan Bagian Terluar Dari Sel Dan Sitoplasma Yang Berfungsi Mengatur Pertukaran Substansi Zat Dan Melindungi Bagian Dalam Sel. Pada Sel Tumbuhan Terdapat Dinding Sel Yang Berfungsi :

  • Melindungi Bagian Sel Yang Terletak Lebih Dalam
  • Memperkokoh Sel
  • Mencegah Agar Sel Tidak Pecah
  • Menjadi Tempat Berpindahnya Air Dan Mineral

2. Sitoplasma

Sitoplasma Merupakan Massa Protoplasma Yang Terletak Di Bagian Dalam Sel Di Antara Membran Sel Dan Nukleus. Sitoplasma Terdiri Dari Dua Bagian Yaitu Bagian Luar (Ektoplasma) Dan Bagian Dalam (Endoplasma). Sitoplasma Dapat Berbentuk Cair Atau Gel Dan Berperan Penting Dalam Transportasi Zat Makanan.

3. Organel

Organel Adalah Bagian Atau Organ Di Dalam Sel Yang Memiliki Fungsi Tertentu. Organel Yang Terdapat Dalam Sel Antara Lain Inti Sel, Plastida, Ribosom, Vakuola, Mitokondria, Badan Golgi, Retikulum Endoplasma, Lisosom, Badan Mikro, Mikrotubulus Dan Mikrofilamen.

Struktur Sel

Setiap Mahkul Hidup Terdiri Hanya Salah Satu Dari Dua Jenis Struktur Sel, Yaitu: Sel Eukariota Dan Sel Prkariota.
Perbedaan Kedua Jenis Sel Ini Adalah Posisi DNA Di Dalam Sel.

  • Sel Prokariota Merupakan Sel Yang Tidak Memiliki Nukleus, Sehingga DNA Nya Tidak Terbungkus Oleh Membran Organel
  • Sedangkan Sel Eukariota Memiliki Nukleus/Inti Sel.

Komponen Sel

1. Membran Sel

Membran Sel Adalah Lapisan Tipis Yang Terbentuk Dari Molekul Lipid Dan Protein Yang Berfungsi Sebagai Rintangan Selektif Yang Memungkinkan Aliran Nutrisi, Oksigen Dll Cukup Memenuhi Seluruh Sel.

2. Nukleus/Inti Sel

Nukleus Merupakan Komponen Yang Terdapat Gen. Nukleus Dibungkus Oleh Selaput Membran Ganda. Dibagian Dalam Terdapat Nukloelus, Nukleoplasma, Dan Benang-Benang Kromatin.

3.Ribosom

Ribosom Adalah Komponen Sel Yang Memproduksi Protein. Ribosom Tersusun Dari Berbagai Jenis Protein Dan RNA. Ribosom Sel Eukariota Lebih Besar Daripada Ribosom Sel Prokariota.

4.Sistem Endomembran

Sistem Endomembran Terdiri Dari Berbagai Membran Dalam Sel Eukariota. Membran-Membran Ini Terhubung Langsung Secara Fisik Atau Melalui Transfer Dalam Bentuk Vesikel. Sistem Endomembran Mencakup Selubung Nukleus, Retikulum Endoplasma, Badan Golgi, Lisosom, Berbagai Jenis Vakuola, Dan Membran Plasma.

5. Retikulum Endoplasma

Retikulum Endoplasma Adalah Perpanjangan Dari Selaput Nukleus Yang Terdiri Dari Saluran Bermembran Dan Vesikel Yang Saling Terhubung. Terdapat Dua Jenis Retikulum Endoplasmya Yaitu Retikulum Endoplasma Kasar Dan Retikulum Endoplasma Halus.

6. Badan Golgi

Badan Golgi (Aparatus Golgi) Terdiri Dari Kumpulan Vesikel Pipih Yang Memiliki Bentuk Sisternae (Berkelok-Kelok) Atau Berbentuk Kantong Pipih. Badan Golgi Yang Terletak Di Dalam Sel Tumbuhan Disebut Diktiosom, Keberadaannya Kebanyakan Ditemui Di Dekat Membran Sel.

Fungsi Utama Badan Golgi Yaitu Untuk Mengangkat Zat Kimia Di Dalam Dan Keluar Dari Sel, Setelah RE (Retikulum Endoplasma) Mensisntesis Protein Dan Lemak. Badan Golgi Merubah Dan Mempersiakannya Untuk Mengekspor Keluar Sel

7. Vakuola

Vakuola Merupakan Membran, Sebagai Tempat Penyimpanan Yang Membantu Dalam Mengatur Tekanan Tugor Dari Sel Tumbuhan. Di Dalam Sel Tumbuhan Umumnya Ditemui Lebih Dari Satu Vakuola. Tetapi Vakuola Menghabiskan Ruang Lebih Besar Daripada Yang Lain, Yang Menyimpan Berbagai Macam Senyawa Kimia. Vakuola Berfungsi Juga Sebagai Ekskreasi Produk Produk-Produk Limbah Dan Pencernaan Instraselullar Molekul Kompleks.

8. Kloroplas

Kloroplas Merupakan Organel Yang Mengandung Klorofil. Klorofil Ini Akan Membantu Dalam Proses Fotosintesis, Yaitu Reaksi Mengubah Energi Cahaya Menjadi Energi Kimiawi Yang Akan Disimpan Di Molekul Karbohidrat.

9. Peroksisom

Peroksisom Merupakan Organel Sitoplasma Dari Sel Tumbuhan Yang Mempunyai Kandungan Enzim Oksidatif Tertentu. Enzim Itu Digunakan Dalam Pemecahan Metabolisme Asam Lemak Menjadi Gula Sederhana. Fungsi Peroksisom Ialah Memecahkan Asam Lemak Menjadi Gula Dan Membantu Kloropas Dalam Proses Fotorespirasi.

10. Siteskeleton

11. Lisosom